MALANG — Belajar menjaga lingkungan tidak harus selalu dilakukan melalui teori. Tiga sekolah di Kota Malang mendapat kesempatan untuk mengenalkan nilai tersebut melalui kegiatan nyata setelah menerima 17 bibit pohon produktif dari BRI Region 13 Malang.
Penyerahan bibit dilakukan pada 21 September 2026 kepada SMP Negeri 1 Malang, SMP Negeri 16 Malang, dan SMP Negeri 20 Malang.
Pohon mangga, rambutan, kelengkeng, dan nangka menjadi bagian dari bibit yang disalurkan. Tanaman tersebut diharapkan tumbuh di lingkungan sekolah dan menjadi bagian dari aktivitas edukasi siswa.
Melalui kegiatan menanam dan merawat, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pertumbuhan tanaman. Pada saat yang sama, kawasan sekolah diharapkan menjadi lebih hijau dan asri.
Kepala SMP Negeri 1 Malang, Risna Widyawati, S.Pd., mengapresiasi perhatian BRI Region 13 Malang terhadap lingkungan pendidikan.
“Pemberian bibit pohon ini tidak hanya bermanfaat untuk membuat lingkungan sekolah menjadi lebih hijau dan asri, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal, merawat, dan menjaga lingkungan sejak dini. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi sekolah dan para siswa.”
Sementara itu, Dra. Mastini, M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 16 dan Plt Kepala SMP Negeri 20 Malang, melihat adanya makna simbolis dari pemberian tanaman tersebut.
“Pemberian tanaman ini adalah simbol sinergi yang hidup; sebuah komitmen bersama yang mengakar kuat dalam kolaborasi antara BRI dengan satuan pendidikan kami, dan tumbuh menjulang tinggi mencapai prestasi.”
Regional Business Support Head Region 13 Malang, Ivan Andrea, menjelaskan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan.
“Melalui penyerahan bibit pohon produktif ini, BRI Region 13 Malang ingin turut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap bibit yang diberikan dapat dirawat dan tumbuh dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh sekolah maupun para siswa.”
Bibit pohon tersebut selanjutnya diharapkan dapat dirawat secara berkelanjutan. Pertumbuhan tanaman menjadi proses yang dapat diamati siswa sekaligus mengajarkan pentingnya konsistensi dalam menjaga lingkungan.
Dengan cara tersebut, penghijauan di sekolah dapat berjalan beriringan dengan proses pendidikan.





