KEDIRI – Kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi keuangan yang mudah dijangkau menjadi peluang yang dimanfaatkan Dwi Astuti untuk mengembangkan usahanya. Berlokasi di Kelurahan Pakunden, Kota Kediri, tempat usaha Dwi kini tidak hanya melayani kebutuhan ATK dan perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi titik layanan BRILink Agen.
Aktivitas tersebut telah dijalani Dwi selama bertahun-tahun. Dalam sehari, ia rata-rata melayani sekitar 50 transaksi dari masyarakat sekitar.
Jenis transaksi yang dilayani cukup beragam. Warga dapat memanfaatkan layanan BRILink Agen milik Dwi untuk pembayaran tagihan listrik, pengisian saldo dompet digital, transfer antarbank, dan berbagai kebutuhan transaksi perbankan lainnya.
Jumlah transaksi bahkan dapat meningkat signifikan pada waktu-waktu tertentu. Saat terdapat penyaluran bantuan pemerintah, misalnya, Dwi bisa melayani lebih dari 100 transaksi dalam satu hari.
Bagi Dwi, aktivitas tersebut memberikan manfaat sekaligus menjadi tambahan pemasukan bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, ada manfaatnya bermitra dengan BRI. Tambah-tambah pemasukan buat membantu uang sekolah anak,” ujar Dwi.
Menjadi BRILink Agen merupakan salah satu tahapan dalam perjalanan bisnis Dwi. Ia terlebih dahulu memulai usaha pada 2015 dengan membuka bengkel perbaikan ban sepeda, menjual ban dan oli, serta menyediakan ATK dan perlengkapan sekolah.
Setahun setelah memulai usaha, Dwi memperoleh dukungan permodalan melalui KUR BRI. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat sarana usaha, antara lain dengan membeli mesin fotokopi, printer, etalase, dan menambah perlengkapan ATK.
Dari hubungan sebagai nasabah tersebut, Dwi kemudian melihat kesempatan untuk memperluas aktivitas bisnis dengan bergabung menjadi BRILink Agen.
Keberadaan agen lain di sekitar lokasi menjadi bagian dari dinamika usaha yang dihadapi Dwi. Namun, ia tetap mempertahankan pelayanan kepada pelanggan dan berusaha menjalankan aktivitas usahanya secara konsisten.
“Paling kendalanya kalau pas ada gangguan sistem atau teknis saja. Selebihnya disyukuri saja,” ungkap Dwi.
Pemimpin BRI Branch Office Kediri Adi Nugroho mengatakan keberadaan BRILink Agen menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
“Perjalanan Ibu Dwi menjadi contoh bagaimana BRILink Agen dapat tumbuh bersama usaha yang dijalankan masyarakat. Tidak hanya memberikan kemudahan transaksi bagi warga sekitar, keberadaannya juga menciptakan peluang tambahan pendapatan bagi agen dan mendukung aktivitas ekonomi di lingkungannya,” ujar Adi Nugroho.
Hingga Juli, BRI Kediri mencatat terdapat 7.605 BRILink Agen di wilayah kerjanya. Seluruh jaringan tersebut mencatat 2.372.182 transaksi dengan sales volume sebesar Rp2,73 triliun.
Adi menambahkan, penguatan jaringan BRILink Agen akan terus dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“BRI berharap para mitra BRILink Agen dapat terus berkembang dan memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat. Dengan jaringan yang semakin dekat, masyarakat dapat memperoleh layanan keuangan dengan lebih mudah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah,” tambah Adi.
Dwi berharap usaha yang dijalankannya sejak 2015 dapat terus berkembang. Baginya, keberadaan BRILink Agen bukan hanya menjadi sumber tambahan pendapatan, tetapi juga kesempatan untuk membantu masyarakat memperoleh layanan transaksi keuangan dengan lebih mudah.





