PASURUAN, Wartapawitra.com –Semangat ideologis dan komitmen kebangsaan kembali digelorakan dalam kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa yang digelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan ini diikuti puluhan kader muda PKB sebagai upaya memperkuat militansi, memperdalam ideologi partai, dan meneguhkan semangat perjuangan yang berpijak pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU).
Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Fraksi PKB sekaligus Ketua Panitia kegiatan, H. Sa’ad Muafi, S.H, menegaskan bahwa gerakan politik PKB harus senantiasa berakar pada nilai-nilai ke-NU-an.
“PKB tidak boleh kehilangan ruh perjuangannya. Gerakan politik kita harus tumbuh dari nilai, bukan sekadar kepentingan. Kader harus memahami bahwa ke-NU-an adalah sumber moral dan ideologis yang menggerakkan kita,” ujar H. Sa’ad Muafi dalam sambutannya.
Ia menambahkan, Pendidikan Kader Penggerak Bangsa bukan hanya agenda formal, melainkan ruang pengkaderan yang membentuk kesadaran politik, karakter, dan tanggung jawab sosial kader terhadap rakyat.
“Kita ingin kader PKB menjadi penggerak nilai dan peradaban, bukan hanya pemain politik. Kader harus tampil dengan gagasan, adab, dan keteladanan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Hariri Adnan, Instruktur LKN DPP PKB, menekankan bahwa kaderisasi politik berbasis nilai keislaman dan ke-NU-an merupakan ruh perjuangan PKB yang tak boleh hilang.
“Kader PKB harus lahir sebagai pejuang nilai, bukan pencari jabatan. Jangan pernah menjadikan politik sebagai alat ambisi, tapi jadikan ia sebagai jalan pengabdian. Kalau nilai itu hilang, maka hilang pula makna perjuangan PKB,” tegas KH. Hariri dengan nada penuh semangat.
Sementara itu, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, Anggota DPR RI Fraksi PKB yang turut hadir, menyampaikan bahwa perjuangan PKB bukan hanya memenangkan pemilu, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“PKB lahir dari rahim pesantren. Maka setiap kadernya harus menjadi cerminan adab, akhlak, dan keberpihakan kepada r





