PASURUAN, Wartapawitra.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan, dinamika internal partai kian menghangat. Salah satu nama yang mencuat dalam bursa calon Ketua Tanfidz adalah Sa’ad Muafi, atau yang akrab disapa Gus Muafi.
Masuknya nama Gus Muafi dalam bursa calon bukan tanpa dasar. Ia diusulkan oleh Garda Bangsa serta mendapatkan dukungan dari mayoritas Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Pasuruan. Dukungan tersebut dinilai sebagai cerminan aspirasi kader di tingkat akar rumput yang menginginkan figur pemimpin dengan kapasitas komunikasi kuat serta kedekatan dengan struktur partai.
Sejumlah kader menilai, Gus Muafi memiliki rekam jejak yang cukup mumpuni dalam membangun konsolidasi internal. Kedekatannya dengan berbagai elemen partai hingga tingkat bawah menjadi faktor penting yang mendorong namanya semakin menguat dalam kontestasi Muscab.
Menanggapi dukungan yang mengalir, Gus Muafi menyampaikan sikapnya dengan penuh kehati-hatian. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap menghormati mekanisme organisasi dan menjunjung tinggi nilai musyawarah sebagai tradisi utama PKB.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari sahabat-sahabat Garda Bangsa dan mayoritas DPAC PKB Kabupaten Pasuruan yang telah mengusulkan nama saya. Ini adalah amanah yang tidak ringan dan tentu harus disikapi dengan penuh tanggung jawab,” ujar Gus Muafi.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin tergesa-gesa dalam merespons dukungan tersebut. Menurutnya, Muscab merupakan forum resmi yang harus dijaga marwahnya oleh seluruh kader.
“Saya memandang Musyawarah Cabang sebagai forum tertinggi di tingkat kabupaten yang harus kita hormati bersama. Semua proses harus berjalan sesuai aturan organisasi dan penuh dengan semangat kekeluargaan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Gus Muafi menekankan pentingnya menjaga soliditas internal partai di tengah dinamika yang berkembang. Ia berharap seluruh kader tetap mengedepankan persatuan dan tidak terjebak dalam potensi perpecahan.
“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana kita menjaga kekompakan dan soliditas kader PKB. Siapapun yang nantinya dipercaya memimpin, harus kita dukung bersama demi kemajuan partai dan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
Muscab PKB Kabupaten Pasuruan diperkirakan akan menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan. Dengan munculnya sejumlah kandidat, termasuk Gus Muafi, proses demokrasi internal diharapkan berjalan secara sehat, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.





