Pelantikan BEM-DPM UNU Pasuruan, Gus Muafi Tekankan Mahasiswa Harus Jadi Kontrol Sosial yang Strategis

Gambar Gravatar
Pelantikan BEM-DPM UNU Pasuruan, Gus Muafi Tekankan Mahasiswa Harus Jadi Kontrol Sosial yang Strategis

PASURUAN, Wartapawitra.com — Pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang penguatan peran mahasiswa dalam kehidupan sosial dan kebijakan publik.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Kamis (24/9/2026), tersebut dihadiri jajaran rektorat, kepolisian, akademisi, serta sejumlah undangan.

Dalam momentum tersebut, Ach Musairi resmi dikukuhkan sebagai Presiden Mahasiswa UNU Pasuruan. Ia bersama jajaran Kabinet Tanhira akan menjalankan roda organisasi BEM UNU Pasuruan untuk satu periode kepengurusan.

Sejumlah pesan strategis disampaikan dalam pelantikan tersebut, khususnya mengenai posisi mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki tanggung jawab untuk membaca, mengawal, sekaligus merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satunya disampaikan H. Sa’ad Muafi, S.H. Dalam pemaparannya, Gus Muafi menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agent of change sekaligus social control.

Menurutnya, fungsi kontrol sosial tidak cukup diwujudkan hanya dengan menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun persoalan publik. Mahasiswa juga harus mempunyai kemampuan intelektual untuk memahami persoalan secara utuh dan menghadirkan gagasan yang dapat menjadi alternatif penyelesaian.

“Mahasiswa itu memiliki posisi strategis sebagai agent of change dan social control. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kepekaan terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk terhadap kebijakan publik. Tetapi kontrol sosial tidak cukup hanya dengan mengkritik. Mahasiswa juga harus mampu menawarkan gagasan dan solusi,” ujar Gus Sa’ad Muafi.

Ia menambahkan, sikap kritis mahasiswa perlu dibangun dengan cara yang elegan, terukur, dan strategis. Dengan demikian, gerakan mahasiswa tidak sekadar menjadi ruang untuk menyampaikan ketidakpuasan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses mencari jalan keluar atas berbagai persoalan.

“Saya berharap BEM yang baru dilantik ini bisa menjalankan fungsi tersebut secara elegan, terukur, dan strategis. Kritik itu penting, tetapi kritik harus dibangun berdasarkan data, kajian, dan argumentasi yang kuat. Lebih dari itu, mahasiswa harus bisa memberikan alternatif dan solusi terhadap persoalan yang dikritisi,” terangnya.

Gus Muafi juga mendorong pengurus BEM dan DPM UNU Pasuruan untuk memanfaatkan ruang-ruang dialog dengan para pemangku kebijakan. Menurutnya, audiensi dapat menjadi salah satu instrumen penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif.

“Ruang audiensi dengan para pemangku kebijakan harus dioptimalkan. Ketika ada persoalan atau kebijakan yang perlu dikritisi, mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi melalui audiensi dengan membawa kajian dan gagasan yang jelas. Dengan begitu, apa yang disampaikan bukan sekadar kritik, tetapi benar-benar menjadi masukan yang konstruktif,” jelasnya.

Ia menilai pendekatan dialogis tidak berarti menghilangkan sikap kritis mahasiswa. Justru, dialog dapat menjadi bagian dari strategi perjuangan agar aspirasi yang dibawa organisasi mahasiswa dapat tersampaikan secara lebih komprehensif dan tepat sasaran.

“Gerakan mahasiswa tidak harus selalu dikonstruksikan sebagai gerakan yang berhadap-hadapan. Ada ruang dialog yang bisa digunakan. Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa tetap menjaga independensi, tetap kritis, tetapi juga mampu membangun komunikasi produktif dengan pemerintah, kampus, maupun stakeholder lainnya,” tegas Gus Muafi.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UNU Pasuruan Ach Musairi menyatakan kepengurusan BEM Kabinet Tanhira siap menjadikan organisasi mahasiswa sebagai ruang pengembangan intelektual sekaligus wadah perjuangan aspirasi mahasiswa dan masyarakat.

“Pelantikan ini adalah amanah besar bagi kami. BEM UNU Pasuruan siap bersinergi, berkolaborasi, dan merawat nalar kritis demi mewujudkan pergerakan mahasiswa yang konstruktif dan memberikan dampak nyata bagi kampus maupun masyarakat Pasuruan,” ujar Ach Musairi.

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi awal bagi kepengurusan BEM dan DPM UNU Pasuruan untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa, sivitas akademika, serta masyarakat.

Dengan fungsi kontrol sosial yang dijalankan secara kritis, berbasis kajian, dan dialogis, organisasi mahasiswa diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya gagasan sekaligus ikut berkontribusi dalam merespons berbagai persoalan publik di Kabupaten Pasuruan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *