PASURUAN, Wartapawitra.com -Transformasi pelayanan publik berbasis teknologi mulai diterapkan Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Di tengah perkembangan era digital yang serba cepat, desa tersebut menghadirkan inovasi pelayanan melalui sistem “Buku Tamu Digital” untuk mempermudah administrasi dan pendataan warga.
Melalui sistem tersebut, setiap warga yang datang ke kantor desa diwajibkan melakukan pengisian data secara digital dengan memindai barcode yang telah disediakan. Data yang diisi meliputi identitas warga, alamat, hingga jenis pelayanan yang dibutuhkan.
Kepala Desa Randupitu, Muhammad Fuad, mengatakan langkah digitalisasi ini menjadi salah satu terobosan pelayanan desa agar kebutuhan masyarakat dapat terdata lebih jelas dan penanganannya lebih tepat sesuai bidang pelayanan masing-masing.
“Buku tamu digital ini warga yang membutuhkan pelayanan akan terdata dengan tepat dan apa yang diperlukan, sehingga desa bisa melakukan pelayanan sesuai dengan bidangnya,” kata Fuad di sela-sela pelayanan, Kamis (07/05/2026).
Ia menjelaskan, inovasi pelayanan digital tersebut akan terus dikembangkan dan disempurnakan. Tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi dasar, namun juga diarahkan pada pelayanan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masyarakat.
“Saat ini pelayanan administrasi yang paling banyak dibutuhkan warga, kedepan akan banyak pelayanan digital lainnya yang ada,” jelasnya.
Penerapan buku tamu digital ini juga mendapat apresiasi dari salah satu tamu asal Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan, Mia. Menurutnya, sistem tersebut merupakan inovasi yang cukup maju untuk ukuran pelayanan di tingkat desa dan akan sangat membantu proses pendataan kegiatan ke depan.
“Baru kali ini ada buku tamu digital ditingkat desa, sangat maju dan inovasi. Sangat membantu dalam akses data kedepannya,” ujar Mia.
Meski demikian, Pemerintah Desa Randupitu menilai sistem tersebut masih memerlukan penyempurnaan, khususnya pada fitur pilihan layanan di dalam aplikasi agar masyarakat dapat langsung terhubung dengan petugas sesuai kebutuhan pelayanan yang dicari.
“Tergolong baru, jadi perlu pengembangan program layanannya dalam aplikasi ini, biar warga bisa memilih dan langsung dengan petugas yang bersangkutan,” tutup Fuad.





