Entrepreneur Hub Jadi Langkah Strategis Bea Cukai Jatim II Cetak UMKM Eksportir Baru

Gambar Gravatar
Entrepreneur Hub Jadi Langkah Strategis Bea Cukai Jatim II Cetak UMKM Eksportir Baru

KOTA MALANG, Wartapawitra.com — Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II. bersama HIPMI Kota Malang menghadirkan program Entrepreneur Hub sebagai upaya memperkuat kesiapan UMKM lokal agar mampu menembus pasar ekspor.

Program tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda untuk membuka akses pengetahuan, memperluas jaringan bisnis, serta membangun optimisme UMKM agar mampu bersaing secara global.

Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II Muhamad Lukman mengatakan program Entrepreneur Hub dirancang untuk mendorong pertumbuhan UMKM berbasis ekspor di Kota Malang.

“Entrepreneur Hub ini sebenarnya salah satu dari program kami yang bekerja sama dengan HIPMI Kota Malang khususnya, untuk me-growing-up-kan UMKM. Khususnya UMKM teman-teman muda Malang yang tergabung di HIPMI maupun UMKM-UMKM yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan utama UMKM saat ini bukan pada kualitas produk, melainkan minimnya pemahaman terkait administrasi dan akses perdagangan internasional.

“Karena kami melihat sebenarnya potensi pasar internasional untuk menerima barang-barang kita itu cukup kuat. Hanya saja memang kita melihat ini masih ada gap pengetahuan,” katanya.

Lukman menegaskan Bea Cukai tidak bekerja sendiri dalam membangun ekosistem ekspor, tetapi melibatkan berbagai instansi mulai dari pembiayaan hingga akses perdagangan luar negeri.

“Nah, kami sebenarnya tidak berdiri sendiri. Ada yang bagian pembiayaan, ada akses KUR, ada juga pendampingan administrasi dan komunikasi lintas kementerian sampai akses perdagangan ke luar negeri,” jelasnya.

Selain membantu dokumen ekspor, Bea Cukai juga memberikan data negara tujuan potensial berdasarkan kebutuhan pasar internasional agar UMKM lebih terarah menentukan target pasar.

Meski peluang ekspor semakin terbuka, Lukman mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk secara konsisten.

“Teman-teman juga harus jaga quality assurance dan quality control-nya. Produknya jangan berubah-ubah karena pasar internasional sangat memperhatikan standar kualitas,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *