BATANG, Wartapawitra.com — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 di Kabupaten Batang diwarnai aksi sosial. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Batang–Pekalongan menggandeng BAZNAS dan Alfamart memberikan tali asih kepada anak-anak penyandang thalasemia di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan bertajuk JMSI Peduli Talasemia itu juga melibatkan Persatuan Orang Tua Penyandang Thalasemia (POPTI) Kabupaten Batang. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Batang Suyono, jajaran Forkopimda, serta sejumlah instansi pemerintah daerah.
Ketua JMSI Batang–Pekalongan Ahmad Ujianto mengatakan peringatan HPN tahun ini sengaja dibuat sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menyebut kegiatan sosial tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Baznas, Alfamart, dan PDAM Sendang Kamulyan. “Kami sangat bangga dan bahagia karena HPN kali ini bisa membantu anak-anak penyandang talasemia,” ujarnya.
Menurutnya, tema nasional HPN 2026 yakni Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat bukan sekadar slogan, tetapi komitmen agar media hadir memberi solusi dan membangun optimisme.
Karena itu, JMSI memilih mengangkat kepedulian terhadap talasemia sebagai bentuk nyata peran pers di tengah masyarakat.
“Kami ingin menegaskan bahwa pers tidak hanya bekerja di ruang redaksi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak pejuang talasemia dan keluarga mereka,” kata Uji.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepedulian masyarakat sekaligus mengajak publik memahami pentingnya pencegahan dan penanganan talasemia.
Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Batang, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Forkopimda yang mendukung kegiatan sosial tersebut.
Sementara itu, Ketua POPTI Batang, Netty Wijayanti menjelaskan talasemia bukan penyakit menular, melainkan kelainan darah genetik yang diturunkan dari orang tua.
Kelainan tersebut menyebabkan produksi hemoglobin tidak berfungsi normal sehingga sel darah merah mudah pecah. Akibatnya penderita mengalami anemia kronis yang berdampak pada tumbuh kembang.
Bagi penyandang talasemia mayor, lanjutnya, keberlangsungan hidup sangat bergantung pada transfusi darah rutin seumur hidup dan terapi pengeluaran zat besi dari tubuh.
Saat ini terdapat 43 anak penyandang talasemia di Kabupaten Batang yang tersebar di berbagai wilayah, dengan konsentrasi terbanyak di Kecamatan Bandar.
Sebagai langkah pencegahan, POPTI telah memulai sosialisasi Zero Talasemia sejak Januari 2026 di kalangan pelajar, termasuk di SMA Negeri 1 Bandar. Program tersebut bertujuan memutus rantai talasemia melalui skrining genetik sebelum pernikahan.
Ia juga mengajak instansi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat rutin mendonorkan darah. “Setetes darah Anda adalah napas kehidupan bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Melalui peringatan HPN 2026, JMSI berharap sinergi antara pers, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak penyandang talasemia serta edukasi kesehatan kepada keluarga pasien.
JMSI berharap kegiatan tersebut menjadi langkah nyata membangun Kabupaten Batang yang lebih peduli, sehat, dan kuat.***





