BRI Kediri Dampingi 20 Keluarga Mustahik, Dorong Kemandirian Ekonomi dan Spiritual

Gambar Gravatar
BRI Kediri Dampingi 20 Keluarga Mustahik, Dorong Kemandirian Ekonomi dan Spiritual

KEDIRI – Kemandirian keluarga dibangun melalui proses panjang. Hal itu menjadi pendekatan yang dilakukan BRI Kediri melalui YBM BRILiaN dalam mendampingi 20 keluarga mustahik di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

 

Pendampingan yang berlangsung di Rumah Joglo tersebut dilaksanakan satu kali dalam sepekan. Program tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan untuk membangun pengetahuan dan kebiasaan yang dapat membantu keluarga menghadapi kebutuhan kehidupan secara lebih terencana.

 

Penguatan spiritual menjadi salah satu bagian dari agenda pendampingan. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari kehidupan keluarga.

 

Melalui pembinaan tersebut, keluarga peserta diharapkan memiliki karakter yang lebih kuat, mampu menumbuhkan rasa syukur, menjalankan tanggung jawab, dan membangun semangat untuk saling mendukung dalam keluarga.

 

Program kemudian dilengkapi dengan edukasi literasi keuangan. Peserta dibimbing untuk memahami bagaimana mengatur pendapatan dan pengeluaran rumah tangga berdasarkan prioritas.

 

Membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu materi yang ditekankan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya perencanaan keuangan serta kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan.

 

Pemahaman mengenai perilaku konsumtif dan pengelolaan utang yang sehat juga diberikan. Harapannya, peserta dapat lebih cermat mengambil keputusan finansial sehingga kondisi ekonomi keluarga dapat dikelola secara lebih stabil.

 

Branch Office Head BRI Kediri Adi Nugroho mengatakan, pendekatan tersebut dilakukan karena pemberdayaan keluarga membutuhkan lebih dari sekadar dukungan ekonomi.

 

“Melalui YBM BRILiaN, kami ingin pendampingan yang diberikan dapat menyentuh kebutuhan keluarga secara lebih menyeluruh. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkuat nilai spiritual yang dapat menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Adi.

 

Ia menilai pendampingan yang dilakukan secara rutin dapat memberikan kesempatan kepada keluarga peserta untuk menjalani proses pembelajaran secara bertahap.

 

“Kami berharap 20 keluarga mustahik yang mengikuti kegiatan ini semakin kuat secara spiritual dan semakin bijak dalam mengelola keuangan. Dengan pendampingan yang dilakukan secara konsisten, harapannya mereka dapat membangun keluarga yang lebih tangguh, memiliki perencanaan yang baik, dan secara bertahap semakin berdaya serta mandiri,” tambah Adi.

 

Melalui YBM BRILiaN, BRI Kediri berupaya menghadirkan pola pemberdayaan yang berorientasi pada proses. Pengetahuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai materi pertemuan, tetapi diterapkan menjadi kebiasaan di dalam keluarga.

 

Rumah Joglo di Desa Seketi menjadi salah satu ruang tempat proses itu berlangsung. Pendampingan yang berjalan setiap pekan diharapkan mampu memperkuat fondasi spiritual sekaligus meningkatkan kecakapan keluarga dalam mengelola keuangan menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *