BANGIL, Wartapawitra.com — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Pimpinan Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (PC LESBUMI NU) Bangil menggelar kegiatan bertajuk HUBB: Pameran Seni Rupa dalam Rangka Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 28–31 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Canga’an, Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya Njagong Budaya, tur pondok pesantren, pameran seni rupa, serta workshop anthotype yang melibatkan partisipasi para pelaku seni.
Ketua LESBUMI PC NU Bangil, Muhammad Najib, menegaskan pentingnya menghadirkan ruang kebudayaan yang dapat mempertemukan tradisi pesantren dengan kreativitas seni rupa. Menurutnya, pesantren tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mempunyai kekayaan tradisi dan kebudayaan yang perlu terus dirawat serta dikembangkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi para seniman, santri, pelajar, dan generasi muda untuk mengekspresikan gagasan serta kreativitasnya melalui seni. Kebudayaan merupakan bagian penting dari perjalanan pesantren dan Nahdlatul Ulama yang perlu dijaga keberlangsungannya,” terang Muhammad Najib.
Pameran seni rupa ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara seniman, komunitas budaya, santri, dan masyarakat. Melalui karya seni, berbagai gagasan mengenai kehidupan sosial, tradisi, spiritualitas, serta identitas kebudayaan dapat disampaikan dengan pendekatan yang kreatif.
Selain pameran, workshop anthotype menjadi salah satu agenda yang memperkenalkan teknik seni cetak berbasis bahan peka cahaya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pengalaman peserta dalam mengenal berbagai pendekatan seni rupa sekaligus mendorong eksplorasi kreativitas.
Pameran dibuka pada pukul 19.00 WIB, sedangkan kegiatan pameran berlangsung setiap hari pukul 10.00–20.00 WIB selama penyelenggaraan pada 28–31 Oktober 2026.
Melalui kegiatan tersebut, PC LESBUMI NU Bangil berupaya memperkuat hubungan antara pesantren, seni, dan kebudayaan sekaligus menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai kesempatan untuk merawat tradisi dan membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.





