Di Tengah Kritik Publik Menko Polkam Tekankan Polri Tetap Bekerja Keras Tanpa Kenal Libur

Gambar Gravatar
Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan kuliah umum kepada peserta Sespim Lemdiklat Polri, Senin (9/3/2026), dengan pesan agar anggota Polri tetap fokus pada pengabdian dan kerja nyata meski kerap mendapat kritik publik.
Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan kuliah umum kepada peserta Sespim Lemdiklat Polri, Senin (9/3/2026), dengan pesan agar anggota Polri tetap fokus pada pengabdian dan kerja nyata meski kerap mendapat kritik publik.

Jakarta,Wartapawitra.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengingatkan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar tidak merasa rendah diri meski kerap menjadi sasaran kritik dari masyarakat. Ia menegaskan bahwa tugas kepolisian merupakan bentuk pengabdian yang menuntut dedikasi tinggi, bahkan harus dijalankan siang dan malam tanpa mengenal hari libur.

Pesan itu disampaikan Djamari saat memberikan kuliah umum kepada peserta pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri pada Senin (9/3/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Djamari meminta para anggota Polri untuk tidak terjebak dalam penilaian negatif yang berkembang di tengah publik. Menurut dia, kritik merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari profesi polisi, namun hal tersebut tidak seharusnya membuat personel kehilangan semangat atau merasa tidak dihargai.

Ia menekankan bahwa anggota kepolisian harus tetap memusatkan perhatian pada tugas utama mereka, yakni menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurut Djamari, banyak kerja keras anggota Polri yang tidak sepenuhnya terlihat oleh publik. Ia menyebut, masyarakat sering kali hanya melihat hasil akhir, tanpa mengetahui besarnya pengorbanan yang dilakukan personel di lapangan dalam menjalankan tugas negara.

Salah satu bentuk pengabdian itu, kata dia, terlihat dari kesiapsiagaan anggota Polri yang harus tetap bekerja meski pada saat libur panjang, hari besar, hingga momentum Lebaran. “Seolah-olah polisi tidak melakukan apa-apa. Padahal kita sudah bekerja keras, siang malam anggota polisi bertugas di lapangan,” ujar Djamari.

Ia menambahkan, pada saat sebagian besar masyarakat menikmati waktu libur bersama keluarga, banyak personel kepolisian justru tetap menjalankan tugas demi memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Dalam pandangannya, kondisi itu menunjukkan bahwa profesi kepolisian bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan pengabdian yang membutuhkan komitmen, ketahanan, dan kesiapan bertugas kapan pun diperlukan.

“Hari raya orang lain bisa cuti, tetapi polisi tidak. Polisi tidak pernah mengenal cuti Lebaran,” tegasnya.

Meski memahami adanya sorotan dan kritik dari masyarakat, Djamari meminta agar hal tersebut tidak disikapi dengan rasa kecewa berlebihan. Sebaliknya, ia mendorong seluruh anggota Polri menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat profesionalisme dalam bertugas.

Menurutnya, citra positif institusi kepolisian tidak dapat dibangun hanya melalui pernyataan, melainkan harus dibuktikan melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, ia optimistis kepercayaan publik terhadap Polri akan tumbuh apabila seluruh personel terus menunjukkan dedikasi dan integritas dalam menjalankan tugas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *