Kabupaten Malang, Wartapawitra.com – Renovasi dan pengembangan Masjid Baitul Makmur di Dusun Sawur, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, resmi dimulai. Dimulainya pembangunan tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang digelar di lingkungan Masjid Baitul Makmur itu menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. Renovasi masjid tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya bersama dalam meningkatkan sarana ibadah agar lebih nyaman, representatif, dan mampu menunjang berbagai kegiatan keagamaan warga.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri berbagai unsur masyarakat. Mulai dari jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Dampit, Pemerintah Desa Sukodono, pengurus Ranting NU Sukodono, tokoh masyarakat, takmir masjid, panitia pembangunan, hingga jamaah Masjid Baitul Makmur.
Sejumlah tokoh agama juga hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya KH Hamim Sirojuddin selaku Mustasyar MWCNU Dampit, KH Masyhuri Purnomo selaku Rais Syuriah MWCNU Dampit, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Dampit, Ustaz Samsul Muarif, M.Pd.
Kehadiran para ulama, tokoh masyarakat, pengurus organisasi keagamaan, dan unsur pemerintah desa menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap pembangunan fasilitas ibadah tersebut. Masjid Baitul Makmur selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ibadah dan pembinaan umat di wilayah Dusun Sawur dan sekitarnya.
Selain digunakan sebagai tempat salat berjamaah, masjid tersebut juga memiliki fungsi penting dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Karena itu, renovasi dan pengembangan masjid dinilai menjadi kebutuhan bersama agar peran masjid dapat terus berjalan dengan lebih optimal.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah sambutan dari panitia pembangunan, pemerintah desa, serta pengurus MWCNU Dampit.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Makmur, Miskari, SP. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan penjelasan mengenai pelaksanaan program pembangunan dan renovasi masjid. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Desa Sukodono, Suharto, turut menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, ia menyatakan dukungan pemerintah desa terhadap upaya pengembangan fasilitas ibadah di wilayah Desa Sukodono.
Menurutnya, keberadaan masjid yang layak dan nyaman memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Tidak hanya untuk pelaksanaan ibadah, tetapi juga untuk mendukung kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan pembinaan masyarakat di lingkungan desa.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Dampit, Ustaz Samsul Muarif, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan pembangunan sarana ibadah.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan masjid tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia atau takmir semata. Lebih dari itu, pembangunan rumah ibadah merupakan bagian dari ikhtiar bersama seluruh masyarakat agar tersedia fasilitas keagamaan yang lebih baik.
Menurutnya, renovasi Masjid Baitul Makmur juga menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan jamaah saat ini sekaligus generasi mendatang. Dengan fasilitas yang lebih representatif, masjid diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan umat yang semakin aktif dan bermanfaat.
Setelah rangkaian sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama. Doa tersebut dipimpin oleh KH Hamim Sirojuddin.
Doa dipanjatkan sebagai harapan agar proses pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Makmur dapat berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Doa bersama itu juga menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar pembangunan masjid mendapatkan kemudahan.
Rangkaian doa kemudian ditutup oleh Rais Syuriah MWCNU Dampit, KH Masyhuri Purnomo. Suasana khidmat terasa selama kegiatan berlangsung. Para undangan dan jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian.
Kehadiran jamaah dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan moral terhadap dimulainya pembangunan rumah ibadah. Masyarakat tampak antusias mengikuti acara sejak awal hingga prosesi utama berlangsung.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama. Prosesi ini menjadi simbol resmi dimulainya pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Makmur.
Peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian oleh sejumlah tokoh yang hadir. Prosesi tersebut dilakukan oleh KH Masyhuri Purnomo, KH Hamim Sirojuddin, jajaran pengurus MWCNU Dampit, para sesepuh masjid, Kepala Desa Sukodono bersama Kepala Dusun, takmir masjid, imam-imam salat Jumat, panitia pembangunan, hingga jamaah yang hadir.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung penuh kekhidmatan. Kegiatan tersebut diiringi lantunan Salawat Badar yang dipimpin oleh Ustaz Abd Rohman.
Lantunan salawat yang menggema di area masjid menambah suasana religius dalam acara tersebut. Salawat Badar juga menjadi simbol doa, kebersamaan, dan dukungan masyarakat terhadap kelancaran pembangunan Masjid Baitul Makmur.
Momentum tersebut memperlihatkan kuatnya rasa kebersamaan antarwarga. Para tokoh agama, pemerintah desa, takmir, panitia, dan jamaah hadir dalam satu semangat yang sama, yaitu mewujudkan masjid yang lebih nyaman dan bermanfaat bagi umat.
Pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Makmur diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah. Selain itu, pengembangan fasilitas masjid juga diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat. Lebih dari itu, masjid juga menjadi pusat pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Melalui dimulainya pembangunan ini, semangat gotong royong warga Dusun Sawur, Desa Sukodono, kembali terlihat nyata. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan Masjid Baitul Makmur yang lebih representatif.
Keterlibatan tokoh agama, organisasi keagamaan, pemerintah desa, panitia pembangunan, takmir masjid, dan jamaah menunjukkan bahwa pembangunan rumah ibadah tersebut merupakan agenda bersama masyarakat.
Dengan adanya renovasi dan pengembangan ini, Masjid Baitul Makmur diharapkan semakin mampu melayani kebutuhan umat pada masa mendatang. Masjid tersebut juga diharapkan dapat terus menjadi pusat ibadah, pendidikan keagamaan, dan pembinaan masyarakat.
Dengan terlaksananya peletakan batu pertama, pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Makmur Sukodono resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi langkah baru dalam pengembangan sarana ibadah sekaligus penguatan kehidupan keagamaan masyarakat Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.





