PASURUAN, Wartapawitra.com – Anggota DPR RI Komisi XIII Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag. mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya santriwati, dalam memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Anisah Syakur dalam kegiatan Penguatan Jaringan Relawan Kebajikan Pancasila yang digelar di Gedung Anisah Foundation, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini diikuti masyarakat dan santriwati serta menghadirkan Galuh Ibrahim, S.E., M.M., Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP RI.
Bagi Anisah, penguatan Pancasila tidak boleh berhenti pada pemahaman mengenai sejarah maupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pancasila, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan yang hadir dalam kehidupan masyarakat.
Anisah menilai lingkungan pesantren memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap persoalan sosial dan kehidupan kebangsaan.
“Pancasila harus menjadi nilai yang hidup dalam keseharian. Kita ingin masyarakat, terutama generasi muda dan santriwati, tidak hanya memahami Pancasila, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Anisah Syakur.
Ia mengatakan, semangat kebajikan dapat dimulai dari lingkungan paling sederhana. Kepedulian terhadap sesama, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan hingga membangun budaya gotong royong merupakan bentuk nyata pengamalan nilai Pancasila.
Menurut Anisah, tantangan kehidupan masyarakat saat ini semakin kompleks. Perbedaan pandangan, derasnya arus informasi dan perubahan pola interaksi sosial membutuhkan penguatan karakter kebangsaan agar masyarakat tidak mudah terpecah.
Karena itu, ia menganggap keberadaan relawan kebajikan Pancasila penting untuk membangun kesadaran dari tingkat masyarakat paling bawah.
“Jangan sampai Pancasila hanya menjadi slogan. Kita harus menjadikannya sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan, membangun kepedulian dan menyelesaikan persoalan bersama dengan semangat gotong royong,” tegasnya.
Anisah juga mengajak para peserta untuk tidak melihat gerakan kebajikan Pancasila sebagai kegiatan seremonial. Ia berharap setiap peserta dapat membawa semangat tersebut ke lingkungan masing-masing dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Galuh Ibrahim menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pengamalan Pancasila. Menurutnya, relawan dapat menjadi penggerak yang menerjemahkan nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.
“Relawan kebajikan Pancasila diharapkan mampu menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Kebajikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan masing-masing,” ungkap Galuh.
Bagi Anisah Syakur, penguatan jaringan relawan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang memiliki kepedulian sosial sekaligus kesadaran kebangsaan.
Ia berharap keterlibatan santriwati dalam kegiatan tersebut dapat melahirkan lebih banyak anak muda yang berani mengambil peran di tengah masyarakat, membawa semangat persatuan dan menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
“Kita ingin nilai Pancasila tumbuh dari masyarakat, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dijalankan oleh masyarakat. Kalau itu bisa dilakukan bersama, maka Pancasila akan benar-benar menjadi kekuatan yang menyatukan kita,” pungkas Anisah.





